Rabu, 29 Februari 2012

IKMAS - SEMARANG

Semarang, Sebuah Perpaduan Kebudayaan

Semarang, sebagai salah satu kota yang terkenal di Indonesia, bahkan mendapat julukan sebagai Pesona Asia, memiliki banyak kebudayaan kebudayaan dan hal-hal lain yang menjadi ciri khas, hal-hal yang bagi penduduk luar Semarang merupakan hal yang tidak biasa, unik, dan menarik. Salah satu yang tak bisa lepas dari budaya Semarang adalah pengaruh budaya Tionghoa. Bahkan terdapat kampung Pecinan di Semarang. Cerita yang selalu melekat adalah mengenai seorang tokoh muslim Tionghoa, Laksamana Cheng Ho hingga penduduk Semarang mendirikan Klenteng Agung Sam Poo Kong. Untuk itulah kami, Ikatan Mahasiswa Semarang STAN (IKMAS) mencoba untuk menampilkan sebuah pagelaran yang mengisahkan kedatangan Laksamana Cheng Ho dan Wang Jinghong ke Semarang. Dengan mengetengahkan percampuran kebudayaan, kami menyuguhkan hal yang unik. Sebuah kolaborasi antara Budaya China dan Jawa akan dikemas secara apik dan menarik. Belum lagi alur cerita yang dirangkai secara sederhana, namun memiliki makna yang dalam, dengan iringan musik yang turut mendukung suguhan pagelaran budaya ini.
                                   

Makanan. Inilah yang sering dicari dari ke-khas-an suatu daerah. Begitu pula dengan Semarang. Dari sekian banyakjenis makanan khas Semarang, kami akan menyajikannya dalam Fesbudnus 2012 ini, yaitu:

Lunpia
      Siapa yang tak kenal lunpia? Makanan khas Semarang yang satu ini sangat terkenal dan ada hampir dimana saja, bahkan di kantin STAN. Namun, jangan anggap sama lunpia asli Semarang dengan yang bukan buatan orang Semarang. Karena dari kulit hingga isinya, kami pilih kualitas tinggi yang sama dengan yang asli dari kota kami.
                                                    

Tahu Petis
   Mungkin Anda semua tak asing dengan tahu. Tapi yang membuat tahu ini beda adalah petisnya. Petis terbuat dari udang dan rasanya asin. Petis khas Semarang dijamin uenakk dan tidak ada duanya dimanapun. Dengan rasa asinnya yang pas, mampu membuat si tahu menjadi lebih nikmat dan layak dijadikan cemilan yang sehat.

                                                               
Es Gempol
    Gempol putih dari tepung beras dan pleret merah muda dari tepung ketan dipadu nikmat dengan kuah santan dan gula halus ini akan menggoda setiap mata yang memandang. Rasa manis alami dan kesegarannya tak hanya menghilangkan dahaga bagi penikmatnya, tetapi juga membuat ketagihan untuk mengulangnya kembali.
                                                             
Kue Kranjang
      Kebudayaan Tionghoa tak lepas dari tahun baru Imlek. Kue Kranjang inilah salah satu kue khas atau wajib pada perayaan, teksturnya yang kenyal dan lengket akan menggoyang lidah penikmatnya.

Kesemua makanan itu akan kami sajikan di stand IKMAS tentunya, dimana para pengunjung dapat merasakan nuansa Kampung Pecinan di sana. Interiornya sarat dengan kebudayaan China dan Jawa, dilengkapi dengan maket Kota Semarang dan mading yang menjelaskan informasi-informasi wisata dan kebudayaan di Semarang. Kunjungi stand Semarang, dan rasakan pesonanya!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar